Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, May 7, 2013

MEMBACA BENING MATA IBU


Oleh: Khozaimah

Membaca bening matamu, Ibu
Hilang segala perih waktu
Raib dahaga
Sebab ilmumu jelma telaga
Sulaman aksara
Kau bagi di beranda masa

Perlahan
Kau kenalkan aku daun
Tak ragu gugur dari tangkai kehidupan
Aku hilang dalam ketakjuban

Jubah ketabahan
Selalu kau kenakan
Simpan segala kenakalan
Hingga tak terbaca zaman

Membaca bening matamu, Ibu
Yang aku ingat hanya rindu
Selalu menari dalam taman waktu
Ingatkan aku, kasihmu tak pernah jadi debu




DALAM MAGHRIB YANG GHAIB


Oleh: KH. Ghozi Mubarak

Melintasi maghrib yang ghaib
Kita bercakap tentang reranting
Tentang dedaun riang
Teduhi tanah nasib

Kau tanyakan padaku
Tentang cahaya yang telah kurampungkan
Sesekali debu dalam diriku
Kau biarkan terasah jadi permata zaman

Perlahan
Kau berpesan
Jika kelak aku jadi bintang
Jangan lupa berbagi terang

Angin mulai paham
Tembok mulai tentram
Tak mau jadi batas kelam
Zaman yang semakin buram

Lalu
Kau tanyakan padaku
Tentang hakekat kelana
Pesona lalu fana

Lantas
Kau beri aku kanvas
Biar mekar segala bunga
Yang kupersiapkan untuk bangsa

Kemudian kita berpisah
Bawa sejarah
Yang kian sajadah
Taklukkan resah



RAMADHAN BERKAH


Matahari senja akhir Ramadhan telah tenggelam di ufuk barat
Fajar sadiq merah 1 Syawal telah terbit
Ramadhan berkah telah hilang tahun ini, pergi tanpa pamit 
Pamit tak bersisa 
Berlalu bagai angin 
Berhembus tak berasa 
Serasa hati tak rela,
Karena ia menyimpn selaksa bahagia yang penuh berkah 
Bila bisa genaplah menjadi 40 hari, atau lebih 
Semoga Sang Pencipta mempertemukan di masa berikutnya 
Ingatlah ketika awal penciptaan kita oleh Sang Khaliq,
Ia menyeruh “Siapakah Tuhanmu?”
atas kekuasaan-Nya kita menjawab,
“Engkaulah Rabbku semesta alam.”
Ingat pula ketika dilahirkan oleh Ibu kita,
Kakinya sebelah telah berada di pemakaman 
Olehnya pengabdian dan bakti wajib bagi Pencipta dan Ibu mutlak diadakan 
Oh... Sang Pencipta, maafkan segala sengaja dan khilaf atas segala laku dan lakon yang kami kerjakan di masa hidup ini. Kalau bukan kasih dan Rahmat-Mu tentulah hamba yang dhaif ini pasti rugi tak terbatas.
Oh ... Ilahi anta subhanaka ma allamta, satukan hati dan jiwa kami dalam Rahmatan yang tak berkesudahan lagi kekal abadi dan terus menerus ...

Saudara Saudariku, maafkan dan ampunkan atas segala kata yang tak terukur ...
Laku berlebihan ... 
Tingkah menyakitkan ...
Keinginan mengkhawatirkan ...
Sapaan tak cukup ...
Dan segala hal yang tak di batasi...

Taqabbalallahu minna wa minkum
Atas segala sesuatu serta ucapan yang baik, kami hanya membalasnya dengan doa
Ha zarakallahu fima ataita,
Syukron jazakallah khair

Keluarga Besar
Lembaga Zakat Indonesia  Makassar, Sulawesi Selatan
 (November 2011)

Shalat


Bila semua kata-kata ini sampai dengan baik dan sempurna, Insya Allah kesejahteraan dan keberkahan selalu bersama kita ...

Bila “SUBUH” utuh,
Pagi pun tumbuh,
Hati terasa teduh,
Pribadi tidak angkuh,
Keluarga tidak keruh,
Maka damai berlabuh

Bila “DZUHUR” teratur,
Diri jadi jujur,
Hati tidak kufur,
Jiwa selalu bersyukur,
Amal ibadah tidak udzur,
Keluarga akur,
Maka pribadi jadi makmur

Bila “ASHAR” kelar,
Jiwa jadi sabar,
Raga jadi tegar,
Senyum pun menyebar,
Insya Allah rezeki lancar

Bila “MAGHRIB” tertib,
Ngaji menjadi wajib,
Wirid jadi karib,
Jauh dari aib,
Insya Allah syafaat tidak raib

Bila “ISYA” terjaga,
Malam bercahaya,
Hati damai sejahtera,
Insya Allah hidup pun bahagia

Amin ...

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

(Keluarga Besar LZI, Abdul Muis Maulana B.)